Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Cara Robot Berpikir Menggunakan Tangannya

 Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, terlebih khusus jika anda adalah sebuah robot. Setidaknya itu merupakan teori yang disodorkan oleh upaya besar Eropa untuk mengembangkan pendekatan yang sepenuhnya baru dalam kognisi robotika.

Proyek PACO-PLUS berusaha untuk menguji suatu teori terobosan yang disebut "kompleks-kompleks tindakan-obyek" (KTO). KTO merupakan unit-unit "memikirkan dengan cara melakukan". Pada dasarnya pendekatan ini merancang perangkat lunak dan perangkat keras yang memperkenankan robot tersebut berpikir tentang obyek-obyek dalam pengertian tindakan-tindakan yang bisa dilakukan terhadap obyek tersebut.

Sebagai contoh, sebuah robot bisa melihat segalanya. Jika sebuah obyek memiliki sebuah gagang, robot tersebut bisa juga memegangnya. Jika obyek tersebut memiliki sebuah lubang, robot tersebut mungkin bisa mencocokkan sesuatu pada lubang itu atau mengisinya dengan cairan. Jika obyek itu memiliki penutup atau pintu, robot tersebut mungkin dapat membukanya.

Jadi, obyek-obyek memiliki arti atau diartikan oleh jangkauan tindakan-tindakan memungkinkan yang bisa dilakukan oleh robot terhadap obyek-obyek itu. Hal ini membuka cara yang lebih menarik bagi robot untuk berpikir secara independen karena hal itu membantu menumbuhkan kemungkinan perilaku yang berkembang yaitu perilaku-perilaku kompleks yang timbul secara spontan karena aturan-aturan sederhana.

Alam semesta kita mendemonstrasikan kompleksitas mengagumkan dari segenggam konstanta-konstanta universal dan DNA yang hanya terdiri dari empat basa, tapi dari semuanya muncul kehidupan. Para peneliti di PACO-PLUS berharap untuk mengimitasi pada level tertentu tingkat kompleksitas tersebut yaitu kompleksitas yang muncul dari kesederhanaan tersebut.

Dalam beberapa cara, pendekatan mereka mengimitasi proses belajar para bayi. Ketika menemukan obyek baru, bayi akan langsung memegangnya, memakannya, atau membenturkannya dengan obyek lain. Karena mereka belajar dari coba-coba misalnya tiang yang bulat akan masuk pada lubang bulat maka jangkauan tindakan akan meluas.

Memperhatikan orang lain juga menambah pemahaman anak dan kemudian anak tersebut mulai menggunakan tindakan dengan kombinasi untuk menyelesaikan tujuan yang lebih kompleks misalnya memegang gagang pintu lalu memutarnya.

PACO-PLUS mengambil keuntungan dari strategi-strategi yang telah dibuktikan ini untuk memungkinkan robot-robot mengajarkan diri mereka sendiri dengan cara belajar dari pengamatan dan pengalaman mereka. Sebagai kunci bagian strategi tersebut, PACO-PLUS menyelenggarakan kebanyakan karyanya dengan robot-robot Humanoid yaitu robot-robot yang bentuknya menyerupai manusia.

"Robot-robot humanoid merupakan wujud buatan dengan kemampuan-kemampuan penuh motorik yang kompleks dan perseptual yang menjadikan mereka bidang eksperimental yang sangat cocok untuk mempelajari kognisi dan pemrosesan informasi kognitif", kata Tamim Asfour yang merupakan pemimpin Kelompok Penelitian Humanoid di Institut Antropometrik di Institut Teknologi Karlsruhe Jerman dan merupakan rekan koordinator proyek PACO-PLUS.

"Karya kami mengikuti Rodney Brooks yang merupakan orang pertama yang secara eksplisit mengatakan bahwa kognisi ialah sebuah fungsi persepsi kita dan kemampuan kita untuk berinteraksi dengan lingkungan kita. Dengan kata lain, kognisi muncul dari wujud serta keberadaan kita dalam lingkungan."

Brooks yang mempublikasikan karyanya yang paling berpengaruh pada tahun 1980an, meyakini bahwa bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan merupakan masalah-masalah yang sulit dalam evolusi biologis, akan tetapi pada saat suatu spesies mencapainya, akan sangat mudah untuk "mengevolusikan" penalaran simbolik tingkat tinggi pikiran abstrak. Brooks meyakini bahwa kecerdasan yang tidak berwujud merupakan masalah yang tak mungkin dipecahkan.

Hal ini membalikkan pendekatan yang diambil oleh "intelegensi buatan". IB meyakini jika anda mengembangkan cukup kecerdasan, pikiran mesin akan mampu merasakan dan memecahkan masalah, sedangkan kognisi robotika meyakini bahwa jika anda mengembangkan persepsi dan interaksi yang berguna, kecerdasan akan muncul secara spontan.

Penilaiannya masih membutuhkan informasi lebih untuk menentukan mana yang benar, tapi fakultas kognisi robotika didukung oleh biologi dan sekarang menangani pula proyek PACO-PLUS.

Dalam tahapan maju, belum ada calon robot seperti dalam film "I Robot". Walaupun interpretasi Hollywood masih jauh, aplikasi-aplikasi dan contoh-contoh yang dikembangkan oleh PACO-PLUS menunjukkan bahwa barangkali saat ini kita sudah berada di jalur yang benar.
READMORE
 

Thin Layer Chromatography (TLC)


Bagi anda seorang yang bekerja di laboratorium kesehatan, baik seorang analis kesehatan, analis kimia, maupun analis farmasi, pasti tidak asing lagi dengan metode ini, yaitu kromatografi lapis tipis (KLT/TLC)

A. Fungsi alat ini :
Untuk memeriksa zat-zat seperti : Pestisida, Obat-obatan dan zat-zat lain yang dapat larut dalam pelarut organik misalnya : toxin, bahan-bahan kosmetika dan lain-lain.
Thin layer chromatography adalah suatu alat yang bekerjanya berdasarkan atas chromatography adsorbsi.
Pada cara ini komponen-komponen suatu campuran memisah karena perbedaan kecepatan migrasi pada lapisan adsorben yang tipis. Sejak tahun 1960 cara ini digunakan secara luas karena : cepat, peka dan mempunyai daya pemisah yang besar.
Suatu campuran dengan komponen dalam jumlah mikro dapat dipisahkan dengan efisien.

B. Komponen Alat dan Reagen
1. Alat-alat :
a. Adsorben Applicator : alat untuk membuat layer pada lempeng kaca (glass-plate) berukuran 20 x 20 cm.
b. Tempat menyimpan lapisan adsorben yang telah jadi.
c. Oven : untuk mengaktifkan layer.
d. Lempeng plastik untuk meneteskan / menyemprotkan (Spottling Guide).
e. Chromatography Chamber (tempat meng-eluir).
f. Lampu Ultraviolet (UV)
g. Alat Spray.
h. Pipa kapiler.
2. Reagent.
a. Silica Gel-G (Merck)
b. n Hexan (merck)
c. AgNO3 0,5 % dalam ethanol.
d. Alcohol
e. Aceton.
f. Asam acetat 5%
g. Bahan standard untuk gol. Chlorinated Hydrocarbon Insectisida (CHI) : Aldrin,DDT, Endrine, Thiodan.
Bahan standard untuk pestisida golongan Organo Phosphat esther Insectisida (OPI) : Diasinon, Malathion, Sumithion, Phosphamidon dan lain-lain.

C. Prosedur Pemeriksaan :
1. Pembuatan Layer :
a. Siapkan adsorben applicator untuk membuat layer setebal 0,25 mm atau 0,2 mm diatas lempeng kaca ukuran 20 x 20 cm.
b. 10 gram silica gel G dimasukkan dalam mortir yang bergaris tengah 10 cm.
c. Tambah 20 cc / 22 cc aquadest dengan cara bertahap yaitu dengan memberi 16 cc dahulu stop watch dipijit kemudian di aduk pelan-pelan, sampai menjadi massa pasta putih yang homogen dan usahakan bebas dari gelembung-gelembung udara. Sambil di aduk tambah lagi aquadest 2 cc, aduk, tambah lagi 2 cc. Kalau massa masih kental tambah lagi 2 cc. Penambahan Aquadest ini menurut keperluannya sampai memperoleh pasta yang baik.
d. Kemudian dimasukkan pada adsorben applicator, lempeng kaca di dorong. Maka silica gel akan melapisi lempeng kaca.
e. Waktu yang diperlukan sejak penambahan aquadest yang pertama samapi pendorongan lempeng kaca tidak boleh lebih dari 100 detik.
f. Adsorben layer yang sudah selesai di dorong dibiarkan dulu selama 5 menit diatas Applicator adsorben, kemudian dikeringkan di udara biasa selama 2 jam.
g. Layer tersebut kalau akan di pakai harus diaktifkan dahulu dalam oven selama 30 menit temperatur 110oC.

2. Cara Chromatograhy.
a. Penetesan / Penyemprotan.
Sampel (bahan yang akan diperiksa) di ekstraksi dahulu dengan pelarut yang sesuai, misalnya untuk pemeriksaan pestisida maka pelarutnya yaitu : n Hexan atau Chloroform (CHCl3). Kalau sampel berupa padat maka harus diekstrak dengan alat Soxhlet. Layer di beri tanda pada permulaan elusi dan pada akhir elusi (perambatan eluent).
1. Pada tepi bagian bawah tidak dibuat garis, hanya diberi titik pada bagian tepi sebagai tanda permulaan elusi atau pada tempat penetesan.
2. Pada bagian tepi atas dibuat garis sebagai garis akhir perambatan eluent berjarak 12/14 cm dari titik penetesan.
Pasang lempeng plastik (Spottling Guide) diatas layer. Hasil ekstraksi diteteskan / disemprotkan pada layer dengan jarak antara spot-spot sampel atau spot sampel dengan standard diatur sedemikian rupa supaya tidak terlalu dekat. Diameter tetesan diusahakan maksimum 6 mm.
b. Elusi
i. Setelah selesai penetesan , layer dibiarkan Selama 5 menit (diuapkan).
ii. Masukkan ke dalam chamber, yang sebelumnya sudah diisi dengan larutan eluent missal n Hexan (eluent dituangkan kedalam chamber 1 jam sebelum penetesan, supaya ruang chamber jenuh dengan eluent).
iii. Karena gaya kapiler, maka eluen bermigrasi ke atas.
iv. Komponen-komponen zat / pestisida yang terdapat dalam campuran ikut bermigrasi ke atas, dengan kecepatan yang berbeda sesuai dengan kelarutannya dalam eluen dan berbanding terbalik dengan affinitasnya terhadap adsorbent.
v. Setelah eluent mencapai garis akhir elusi layer dikeluarkan dari chamber, dan diuapkan.
vi. Kemudian layer ditempatkan pada spray box dan siap di spray.
c. Penyemprotan.
Reagent untuk spray yang dipakai untuk pestisida ada 2 macam :
1. Untuk Pestisida golongan Chlor Hidro Carbon : menggunakan larutan AgNO3 0,5 % dalam alcohol.
2. Untuk Pestisida golongan Phoisphat eshter menggunakan larutan Brom Phenol Blue dan asam acetat 5 %.
Setelah layer di spray, diuapkan dan dipanasi Sinar Ultra Violet, maka akan terlihat spot-spot.
Pada Pestisida golongan Chlor Hydro Carbon : abu-abu.
Pada Pestisida golongan Phosphat Esther : Biru – Violet.
a. : Untuk permulaan elusi
b. : Garis akhir dari permbatan elusi.
c. : Tinggi permukaan eluen tidak boleh
Melampaui a

Gambar layer di dalam chromatography chamber.


Pembacaan :

1,2,3 : Standard : Aldrine, DDT, Endrin.
4 sampel : terdapat spot yang Rf sama dengan spot no. 1 (aldrine). Jadi sampel no.4 terdapat aldrine.
5 sampel tidak terdapat spot, jadi sampel nomor 5 tidak ditemukan pestisida aldrine, DDT, endrine.
Rf : perbandingan antara jarak yang ditempuh zat dengan jarak yang ditempuh oleh eluen. Tinggi / jarak aldrin missal 10 cm.
Maka Rf nya = 10/12 10 = jarak yang ditempuh oleh zat
= 0,833 12 = jarak yang ditempuh oleh eluent.

D. Sarana Penunjang :
1. Timbangan (Balance pharmacenlia )
2. Labu Erlenmeyer
3. Gelas ukur
4. Mortir diameter 10 cm dengan stampernya.
5. Alat pencatat waktu
6. Alat untuk ekstraksi
E. Komponen Biaya :
1. Membeli alat pokok
2. Membeli reagensia
3. Pengadaan sarana penunjang dan spare part seperti :
a. Alat spray dari kaca atau sprayer dengan aerosol
b. Chromatography Chamber
c. Pipa kapiler

Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/thin-layer-chromatography-tlc.html#ixzz1u0x6rgub
READMORE
 

Jenis Fauna (Hewan) di Indonesia dan Persebarannya


Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah sebagai berikut :


- Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.


- Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kangguru, burung kasuari, cendrawasih, kakaktua.


- Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo.


- Garis Wallace membatasi Fauna Asiatis dengan Fauna Peralihan

- Garis Weber membatasi Fauna Australis dengan Fauna Peralihan.

READMORE
 

Nama-nama Mata Uang

No. Negara Mata Uang
1 Abbesinia Dollar
2 Afganistan Afgani
3 Afrika Selatan Rand
4 Albania Lek
5 Aljazair Dinar
6 Amerika Serikat Dollar
7 Argentina Peso
8 Australia Dollar
9 Austria Shilling
10 Afrika Tengah Franc
11 Angola Kwanza
12 Brunei Dollar
13 Bulgaria Lev
14 Bangladesh Taha
15 Belanda Gulden
16 Belgia Franc
17 Bolivia Biliviarnus
18 Brasilia Cruzeiro
19 Burma Kyat
20 Chad Franc
21 Ceylon Rupee
22 Chili Peso
23 Cina Yuan
24 Cekoslawakia Koruna
25 Dominika Peso
26 Denmark Krone
27 Emirat Arab Dirham
28 Ethiopia Birr
29 Equador Surrve
30 El Salvador Kolon
31 Filipina Peso
32 Finlandia Markka
33 Ghana Cedi
34 Guatemala Querizal
35 Hongaria Forint
36 Haiti Courde
37 Hongkong Dollar
38 Honduras Lempira
39 India Rupee
40 Indonesia Rupiah
41 Inggris Pound Sterling
42 Irak Dinar
43 Iran Real
44 Irlandia Pound
45 Israel Pound
46 Italia Lire
47 Islandia Krona
48 Jamaika Dollar
49 Jepang Yen
50 Jerman Deutsche Mark
51 Korea Won
52 Kamboja Riel
53 Kamerun Franc
54 Kenya Shilling
55 Kolombia Peso
56 Kongo Franc
57 Korea Utara Won
58 Kuba Peso
59 Kuwait Dinar
60 Laos New Kip
61 Liberia Dollar
62 Libia Dinar
63 Libanon Pound
64 Luxemburg Franc
65 Malvinas Pound
66 Mexico Peso
67 Monako Franc
68 Mongolia Tugrik
69 Mozambik Escudo
70 Muangthai Bath
71 Malaysia Ringgit
72 Maroko Dirham
73 Mesir Pound
74 Namibia Rand
75 Nepal Rupee
76 Nigeria Naira
77 New Zeiland Dollar
78 Norwegia Kroon
79 Nicaragua Kordoba
80 Oman Real
81 Papua New Gini Kina
82 Paraguay Guarini
83 Pakistan Rupee
84 Panama Balboa
85 Perancis Franc
86 Peru Sole
87 Polandia Zloty
88 Portugal Escudo
89 Qatar Real
90 Rumania Leu
91 Senegal Franc
92 Siprous Pound
93 Srilangka Rupee
94 Sudan Pound
95 Suriah Pound
96 Saudi Arabia Real
97 Singapura Dollar
98 Soviet Rubbel
99 Spanyol Peseta
100 Surinama Guilder
101 Swedia Kroon
102 Swiss Franc
103 Syria Pound
104 Turki Lira
105 Taiwan Dollar
106 Tanzania Shilling
107 Uruguay Peso
108 Vatikan Lira
109 Venezuela Bolivar
110 Vietnam Dong
111 Yaman Imani
112 Yordania Dinar
113 Yugoslavia Dinar
114 Yunani Dracham
115 Zimbabwe Dollar
READMORE
 

Rockmelt Browser Free Download


Zet Share - Rockmelt browser adalah salah satu browser untuk para "facebooker". Browser ini memungkinkan kita untuk langsung menghubung langsung ke facebook saat kita membuka browser. banyak fitur yang disediakan browser ini seperti instant news, facebook notifications, one click sharing, quiet mode dan chat with friends. Browser ini juga salah satu browser kesukaan ane loh :D.

Feature Screenshot :


(klik "open image in new tab" untuk memperbesar gambar)

Link Download :


Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/rockmelt-browser-free-download.html#ixzz1u0v5G2qP
READMORE
 

Constructor dan Destructor


Pertanyaan
1. Apa yang anda ketahui tentang constructor  dan destructor  ?
2. Sebuatkan ciri-ciri dari construktor dan destructor ?

Jawaban
1. - Contructor : sebuah fungsi yang otomatis akan dipanggil setiap kali melakukan inisialisasi terhadap suatu kelas.
  - Destructor : fungsi untuk menghancurkan atau membuang sebuah objek (kelas) dari memori.
2. Ciri-ciri dari construktor dan destructor :
- Constructor : tidak memiliki type data pengembalian dan harus memilki nama yang sama dengan classnya, constructor akan dipanggil ketika suatu class terbentuk.
 - Destructor : nama destructor harus didahului dengan tanda ~ diikuti dengan nama destructor yang sama dengan nama classnya serta tidak memilki type data pengembalian maupun parameter.


Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/constructor-dan-destructor.html#ixzz1u0uxO4r8
READMORE
 

Pewarnaan SitoHistoteknologi


METODE PEMBUATAN SEDIAAN, FIKSASI,

DEHIDRASI & PENJERNIHAN


A. METODE PEMBUATAN SEDIAAN

1. Metode Oles (Smear Methods)
Adalah suatu pembuatan sediaan dengan jalan mengoles / membuat selaput (film) dari substansi yang berupa cairan atau bukan cairan diatas gelas benda yg bersih dan bebas lemak, untuk selanjutnya kmd difiksasi, diwarnai dan ditutup dengan gelas penutup.
Bahan yang sering dibuat sediaan oles : darah, nanah / jaringan-jaringan tertentu. Cara ini sangat baik untuk mempelajari : sitologi darah, sumsum tulang merah, eksudat dari bermacam-macam jaringan yg meradang.
Contoh pembuatan sediaan oles :
- Pembuatan sediaan darah tipis
- Pembuatan sediaan oles dari jaringan
- Pembuatan sediaan darah tebal
- Pembuatan sediaan nanah yang tebal (nanah diencerkan dahulu dgn serum / cairan lain, bila keruh, disentrifugasi, endapan diencerkan lagi, siap dioleskan)
Beberapa pewarnaan sediaan oles : Pewarnaan Giemsa, Pewarnaan May Grunwald (larutan eosin-methylen blue dlm methyl alkohol), Pewarnaan Pappenheim, Pewarnaan Wright.

2. Metode Rentang (Spread)
Adalah suatu metode pembuatan sediaan dengan cara merentangkan suatu jaringan pada permukaan gelas benda sehingga dapat diamati dengan mikroskop.
Bahan yang dibuat jaringan yang tipis, misal : pleura, mesenterium, peritoneum, pericardium, dsb. Dapat diamati tanpa pewarnaan / dengan pewarnaan Mallory-Acid Fuchsin : Hematoksilin ; Azure II-Eosin.

3. Metode Pencet (Squash)
Adalah metode untuk mendapatkan suatu sediaan dengan cara memencet suatu potongan jaringan atau suatu organisme secara keseluruhan sehingga didapatkan suatu sediaan yang tipis yang dapat diamati dengan mikroskop.
Digunakan untuk jaringan yang sel-selnya mudah lepas, misal : lien, sumsum tulang, tumor seluler dll. Diambil ± 1 mm. Pewarnaan yang digunakan : Larutan Carmine.

4. Metode Supravital
Adalah metode untuk mendapatkan sediaan dari sel / jaringan yang hidup.
Zat warna : Janus Green, Neutral Red, Methylen Blue dengan konsentrasi tertentu. Bahan : darah, epithelium mukosa mulut.

5. Metode Irisan
Suatu metode pembuatan sediaan dengan jalan membuat suatu irisan dengan tebal tertentu sehingga dapat diamati dengan mikroskop.
Ada 2 macam metode irisan :
- Metode irisan dengan tangan
- Metode irisan dengan mikrotom

 Metode Irisan dengan Mikrotom
Keuntungan : tebal irisan dapat diatur menurut tujuan dan kehendak pemeriksa.
 Macam-macam Mikrotom
1. Mikrotom geser (Sliding Microtome)
Disini jaringan tetap pada tempatnya sedangkan pisaunya yang bergerak. Jaringan yang akan dipotong adalah jaringan yang tanpa penanaman (embedding) terlebih dahulu. Irisan dikumpulkan pada wadah berisi air, disini pisau dan kuas harus basah.
2. Mikrotom beku (Freezing Microtome)
Alat dihubungkan dengan tabung yg berisi CO2 dingin melalui suatu pipa karet. Disini jaringan tetap berada pada tempatnya, sedang pisau yang bergerak ke muka dan ke belakang. Digunakan dalam sediaan irisan dengan metode beku.
3. Mikrotom putar (Rotary Microtome)
Disini pisau tetap pada tempatnya sedangkan jaringan yang bergerak keatas dan kebawah. Digunakan untuk pembuatan sediaan irisan dengan metode paraffin.
Cara ini banyak digunakan karena irisan yang diperoleh lebih tipis dibanding metode lain dan hampir semua jaringan dapat diiris dengan mikrotom ini.
Disini irisan jaringan yang terjadi satu sama lain saling bergandengan sehingga terbentuk pita yang panjang.

B. FIKSASI
Suatu usaha untuk mempertahankan elemen-elemen sel / jaringan agar tetap pada tempatnya dan tidak mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Zat yang digunakan : fiksatif.
Fiksatif :
- Mempunyai kemampuan mengubah indeks bias bagian sel sehingga mudah dilihat dengan mikroskop.
- Membuat jaringan mudah menyerap zat warna.
Lama fiksatif tergantung :
- Macam jaringan
- Tebal tipisnya jaringan
- Macam fiksatif yang dipergunakan.

Macam-macam fiksatif
a. Larutan fiksatif sederhana
Hanya mengandung satu macam zat saja. Misal : etanol 70-100% ; Formaldehyde 4-10% ; Asam asetat 0,3-5% ; Asam pikrat ; asam Chromiat 0,5-1 % dll.
b. Larutan Fiksatif Majemuk / campuran
Mengandung lebih dari satu macam zat. Misal : larutan Bouin (asam pikrat, formalin dan asam asetat glasial) ; Larutan Zenker (merkuri chlorida, potassium dichromate, aquadest) dll.
Larutan Zenker : Nuklei dan jaringan pengikat sangat terpulas baik terutama jaringan tumor.

C. DEHIDRASI
Adalah penarikan molekul air dari dalam jaringan. Dilakukan setelah proses fiksasi, kegagalan / ketidaksempurnaan pada proses ini menyebabkan kegagalan pada langkah selanjutnya.
Sel pada jaringan hidup mengandung air ± 85% , air tidak tercampur dengan paraffin / seloidin sehingga perlu dehidrasi. Kemikalia yang digunakan : ethanol, Dioxane, Acetone dsb. Dehidrasi menggunakan alkohol bertingkat mulai konsentrasi rendah sampai absolut.

D. PENJERNIHAN
- Kemikalia berfungsi membuat jaringan menjadi jernih dan transparan.
- Merupakan perantara antara proses dehidrasi dengan proses penanaman.
- Bila memakai alkohol pada dehidrasi perlu dilakukan dealkoholisasi.
- Waktu yang dipergunakan tergantung dari : tebal jaringan, zat penjernih yang dipergunakan.
- Macam-macam zat penjernih :
- Xylol / Xylene
Kebaikan : prosesnya cepat, mudah didapat. Kejelekan : jaringan dapat dipindahkan ke kemikalia ini hanya dari alkohol absolut.
- Toluol / Toluene
Kebaikan : harga murah, mudah didapat, prosesnya cepat dan jaringan menjadi jernih. Kejelekan : Bila terlalu lama dalam toluen jaringan menjadi keras dan sukar diiris, jaringan dapat dipindahkan kesini dari alkohol absolut.
- Minyak Cedar
Kebaikan : hanya sedikit mengerutkan jaringan. Kejelekan : prosesnya lambat.
- Chloroform
Kebaikan : hanya sedikit pengerutan, dapat digunakan untuk jaringan-jaringan yang besar. Kejelekan : mahal dan sukar dipindahkan ke paraffin
- Minyak Cengkeh
Kebaikan : proses cepat, jaringan dapat dipindahkan langsung dari alkohol 95 % , hanya sedikit pengerutan. Kejelekan : mahal harganya, sukar untuk memindahkan jaringan ke paraffin.
- Minyak Anilin
Kebaikan : proses cepat, dapat dipindahkan langsung dari alkohol 70 % dan hanya sedikit mengerutkan jaringan. Kejelekan : sukar dipindahkan ke parafin.
- n – Butyl Alkohol
Kebaikan : sangat baik untuk objek-objek yang keras dan padat. Kejelekan : memerlukan waktu lama.

METODE PARAFIN
 Kebaikan metode ini :
1. Irisan dapat jauh lebih tipis daripada menggunakan metode beku / seloidin (tebal irisan > 10 µ) dengan metode parafin tebal irisan 6 µ.
2. Irisan yang bersifat seri dapat dikerjakan dengan mudah
3. Prosesnya jauh lebih cepat.
 Kejelekan :
1. Jaringan menjadi keras, mengerut dan mudah patah.
2. jaringan yang besar tidak dapat dikerjakan
3. Sebagian besar enzim akan larut
 Urutan kerja pembuatan sediaan irisan dengan metode parafin :
Fiksasi ; pencucian (washing) ; dehidrasi ; penjernihan ; infiltrasi parafin ; penanaman (embedding) ; penyayatan (section) ; penempelan (affiksing) ; deparafinasi ; pewarnaan (staining) ; penutupan (mounting) ; labelling.


METODE PARAFIN
Fiksasi
Organ yang diambil segera difiksasi, kalau diperlukan sebelum difiksasi dicuci dulu dengan larutan garam difisiologis.
Pencucian
Untuk menghilangkan larutan fiksasi dari jaringan dilakukan beberapa kali dengan cermat dan teliti.
Dehidrasi
Untuk menarik air yang terdapat didalam jaringan agar nantinya seluruh ruang antar sel dalam jaringan dapat diisi oelh molekul-molekul parafin.
Dehidran yang paling banyak digunakan : alkohol (dari prosentasi rendah sampai yang absolut) setingkat demi setingkat karena untuk menjaga agar tidak terjadi perubahan yang tiba-tiba terhadap sel jaringan sehingga perubahan struktur sel yang terjadi sekecil mungkin.
Penjernihan
ntuk menarik alkohol/ dehidran lain dalam jaringan agar nantinya dapat digantikan molekul parafin.
Infiltrasi Parafin
Dipilih parafin yang titik cairnya 50-56OC. Sebaiknya jaringan jangan dimasukkan langsung dari zat penjernih ke parafin murni tetapi kedalam campuran zat penjernih-parafin murni untuk menghindari perubahan lingkungan yang sangat mendadak terhadap jaringan sehingga jaringan dapat mengerut.dll.
Dalam campuran : selama 10 – 30 menit
Parafin murni I : 30 – 60 menit \
Parafin murni II : 30 – 60 menit } Tujuan : Agar jaringan mendapatkan
Parafin murni III : 30 – 60 menit / parafin yang betul murni.
Juga untuk mencegah tertahannya sejumlah besar zat penjernih didalam jaringan yang akan melunakkan jaringan dan membuat jaringan sukar diiris.

Penanaman Dalam Jaringan
Parafin yang digunakan mempeunyai titik cair yang sama dengan parafin untuk infiltrasi. Setelah jaringan dianggap cukup waktunya dalam parafin III tuangkan parafin murni kedalam kotak karton hingga penuh.
Ambil jaringan dengan cepat dari parafin III masukkan kotak yang berisi parafin cair dan usahakan tidak terjadi gelembung udara didalam blok, gelembung udara terjadi karena kecepatan pembekuan parafin yang tidak sama didalam kotok karton.
Penyayatan
Bila akan menempelkan irisan jaringan pada gelas benda, maka disiapkan dahulu alat / bahan sebagai berikut :
1. Gelas benda
2. Albumin Mayer untuk merekatkan jaringan pada gelas benda
3. Meja pemanas (hot Plate) : tempat pemanasan yang berfungsi untuk merentangkan irisan jaringan dan merekatkan jaringan pada gelas benda.
4. Pipet tetes
5. Aquadest
6. Sonde
Cara penempelan :
Teteskan setetes albumin Mayer pada gelas benda dan diratakan seluruh permukaan. Tetesilah aquadest (agar irisan jaringan yang akan diletakkan terentangm tidak melipat), lalu jaringan diletakkan dan angkat gelas benda letakkan pada meja pemanas. Atur letak irisan dengan 2 sonde. Dalam satu gelas benda dapat ditempel 1-2 irisan tergantung besar kecilnya jaringan. Setelah kering, siap untuk diwarnai tetapi dapat juga disimpan untuk beberapa hari.
Pewarnaan
Deparafinasi : menghilangkan parafin yang terdapat didalam jaringan. Caranya : merendam gelas benda yang berisi irisan jaringan kedalam Xylene ± 15 menit.
Berikutnya : Masukkan kedalam alkohol 96 %, 80 %, 70 %, dst sampai aquadest dengan waktu beberapa detik / 3-4 kali celupan. Masukkan kedalam larutan zat warna aquosa.

Pewarnaan Hematoxylin-Eosin
- Deparafinasi dengan xylene
- Kelebihan xylene diisap dengan kertas filter melalui tepi gelas benda.
- Celup sebentar dalam alkohol 96%, kemudian 80%, 70%, 50%, 30%, aquadest.
- Masukkan kedalam larutan Hematoxylin dengan waktu tertentu : 3-7 detik.
- Air mengalir : 10 menit. Cuci aquadest sebentar.
- Masukkan sebentar saja berturut-turut mulai dari alkohol 30%, 50%, 70%.
- Kemudian kedalam larutan eosin 0,5% (dalam alkohol 70%) 1-3 menit.
- Pewarnaan selesai, tetapi jaringan tidak dapat ditutup langsung dengan Canada balsam, karena Canada balsam dilarutkan dalam xylene, sedangkan jaringan masih berada dalam media alkohol 70% sehingga jaringan harus dibawa ke media xylene dulu.
- Dari larutan eosin 0,5% (dalam alkohol 70%) selanjutnya berturut-turut masukkan ke alkohol 70%, 80%, 96%, alkohol absolut, masing-masing sebentar saja.
- Masukkan xylene ± 10 menit (xylene berfungsi untukl mengantar ke canada balsam juga berfungsi untuk menjernihkan jaringan yang sudah terpulas).
- Jrigan ditutup dengan gelas penutup setelah ditetesi dengan Canada balsam terlebih dahulu.
Pelabelan
Label dituliskan : nama spesies, nama organ / jaringan, potongan melintang / membujur, pewarnaan yang digunakan, tanggal pembuatan.

Metode Pewarnaan
Metode Hasil
Hematoxylin-Eosin Biru (hematoxylin)
Sitoplasma basofilik, nukleus, bakteri, Ca. Merah (eosin)
Sitoplasma, jaringan ikat dan semua jaringan lain. 
Van Gieson Kuning (as. pikrat)
Sitoplasma, otot, amiloid, fibrin, fibrinoid. Merah (fuchsin)
Jaringan ikat, hyalin. Hitam (iron hematoxylin)
Nukleus
Elastic Stain Hitam (resorchin-fuchsin)
Serabut elastik
Merah (nuklear fast red)
Nukleus 
Elastic-Van Gieson (E.V.G) Kombinasi 
Azan Merah (Azocarmine)
Nukleus, eritrosit, fibrin, fibrinoid, sitoplasma acidofilik Biru (Aniline blue, Orange G)
Serabut kolagen, sitoplasma basofilik, mukus. 
Silver Stain Hitam (ammoniakal AgNO3)
Serabut retikulum, serabut saraf. Abu-abu
Serabut kolagen 
Fat stain Merah (Sudan III, Scarlet Red)
Lemak netral Biru (Hematoxylin)
Nukleus, sitoplasma 
Congo Red Merah (Congo Red)
Amyloid Biru (Hematoxylin)
Nukleus 
Weigerts Fibrin Stain Biru (Lugol Solution)
........
Merah (Nuclear Fast Red)
...................... 
Berlin Blue Reaction Biru (Ca. Ferrocyanid)
Hemosiderin, Fe3+ Merah (Nuclear Fast Red)
Nukleus 
Giemsa Biru (metil violet)
Nukleus, semua substansi basofilik. Merah (azur-eosin)
Eosinofil, sitoplasma, granula, serabut kolagen. 
Ziehl-Neelsen Merah (carbol Fuchsin)
Basil tbc, Lepra Biru
Hemalum
Nukleus 
Periodic Acid Schiff Reaction (PAS) Merah (Schiff Reagent)
Adjacent hydroxyl Groups & amino-alkohol. 

PERIODIC ACID SCHIFF (PAS)

Prinsip :
Setelah pengecatan karbohidrat dipecah oleh periodic acid menjadi aldehid dan aldehid bereaksi dengan reagen Schiff membentuk warna merah.
Reagen :
Asam Periodat 0,5% dan Schiff (100 ml)
Reagen Schiff :
1 gr Basic Fuchsin dilarutkan dalam 200 cc aquades panas, dinginkan 50OC. Tambah bubuk padat sodium metabisulfid 2 gr, kocok sampai rata. Tambahkan HCl 10 cc, diamkan pada suhu kamar yang gelap 24 jam. Setelah itu tambah norit 0,5 gr kocok sampai rata (merah jadi hitam), pada pemakaian disaring hingga jernih.
Prosedur :
- Deparafinisasi, cuci dengan air.
- Tambahkan periodic acid selama 5 menit, tambahkan cat Schiff selama 15 menit. Cuci air 15-20 menit (sampai jaringan berwarna merah muda)
- Beri reagent Harris Hematoksilin 6 menit, cuci dgn air untuk melarutkan Harris Hematoksilin.
- Beri acid alkohol 3-5 menit
- Cuci dengan air, baru kmd diberi amonium water sampai warna biru hilang.
- Lakukan dehidrasi, clearing, mounting.
Interpretasi :
Sitoplasma merah

KANKER

Kanker adalah suatu pertumbuhan sel-sel abnormal yang cendrung menginvasi jaringan disekitarnya dan menyebar ke tempat-tempat jauh.
Kategori kanker
- Karsinoma adalah kanker jaringan epitel termasuk sel-sel kulit, testis, ovarium, kelenjar penghasil mukus, sel penghasil melanin, payudara, serviks, kolon, rektum, lambung, pankreas dan esophagus.
- Limfoma adalah kanker jaringan limfe yang mencakup kapiler limfe, limpa, berbagai kelenjar limfe dan pembuluh limfe. Timus dan sumsum tulang juga dapat dipengaruhi. Limfoma spesifik antara lain penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dam limpa) dam Limfoma Malignum.
- Sarkoma adalah kanker jaringan ikat, termasuk sel-sel yang ditemukan di otot dan tulang.
- Glioma adalah kanker sel-sel glia (penunjang) di susunan saraf pusat.
- Karsinoma in situ adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi pra invasif.
Patogenesa :
Etiologi tidak jelas, ada beberapa teori :
- Genetik - Hormon
- Lingkungan - Virus

Teori Genetik
Keganasan terjadi akibat dari mutasi gen yang mempengaruhi proses pertumbuhan kemudian berkembang abnormal (ganas).
Teori Lingkungan
Keadaan lingkungan bisa mendorong/merangsang terjadinya keganasan. Misal : lingk. Pabrik banyak menghasilkan bahan carcinogenik.
Teori Hormon
Hormon dapat menyebabkan keganasan . misal : estrogen pada pil KB dikombinasi dgn progesteron sehingga tidak begitu bahaya.
Teori Virus
- Virus dalam tubuh mempunyai efek lisis steady state effect, incorporated.
- Incorporated : terjadi ikatan antara DNA/RNA virus dengan DNA sel sehingga ganas. Sel yang ganas pada keadaan yang memungkinkan : Inisiator dan Promotor
- Inisiator : bahan /jasad renik yang menyebabkan carcinogenesis
- Promotor : Bahan dari lingkungan / jasad renik / sesuatu yang dapat mendorong terjadinya carcinogenesis.
- Promotor dan inisiator pada proses carcinogenesis bekerja satu sama lain.

CARCINOGENESIS CERVIC
Cervic merupakan pertemuan antara epitel columnar (dalam uteri) dan Squamosa vagina, seringterjadi keganasan.
Carsinoma Cervic dapat dideteksi dengan metode PAP Smear. Faktor insidense adalah :
- Sex terlalu muda (<17 tahun)
- Ganti-ganti pasangan.
- Wanita yang banyak melakukan perkawinan
- Tingkat sosial ekonomi yang berhubungan hygiene sanitasi.

Deteksi :
1. PAP Smear
2. Schiller Test
3. Biopsi Kemudian diperiksa secara Patologi Anatomi

Keterangan :
Schiller Test adalah suatu cara dgn pengecatan biasa dgn larutan Iodium dab Potassium Chlor.
Prinsip :
Pada sel yang mengalami keganasan jumlah glikogennya kecil, hasilnya pucat. Pada sel-sel normaljumlah glikogen banyak (warna coklat : normal, tidak berwarna ganas) tapi ada juga positif palsu yaitu pada hiperplasia dan displasia. Jumlah glikogen kecil sekali namun juga merupakan gejala dini dari suatu keganasan.

PEWARNAAN PAPANICOLAOU (GURR, 1960)

Reagen yang diperlukan :
a. Hematoxylin Ehrlich / Harris
b. Orange G
- Phosphotungstic Acid 1 % aquosa 1,5 ml
- Alkohol absolut 95 ml
- Aquadest 3,5 ml
c. Papanicolaou 0,7 gram
Alkohol 95 % 100 ml
Letakkan dalam botol dan sumbatlah botol dengan kain katun kemudian panaskan dalam bak yang berisi air panas hingga larut. Dinginkan kemudian saring dengan kertas saring.

Prosedur
1. Sediaan apus yang masih basah, difiksasi dalam campuran eter + alkohol absolut (dalam volume yang sama) selama 5-15 menit.
2. Cuci berturut-turut dalam alkohol 90%, 70% dan 50%.
3. Cuci dalam aquadest
4. Warnai dalam Hematoxylin Ehrlich / Harris selama 5-10 menit.
5. Cuci lagi dalam aquadest
6. Diferensiasi dalam 0,5% HCl, cuci dalam aquadest.
7. Celup dalam aquadest dimana ditambahkan 3 tetes Lithium Carbonat jenuh dalam setiap 100 ml aquadest.
8. Cuci seluruhnya dalam aquadest
9. Cuci berturut-turut dalam alkohol 50%, 70% dan 90%
10. Warnai selama 1 menit dalam larutan Orange G
11. Cuci seluruhnya dalam alkohol 95% untuk menghilangkan kelebihan zat warna.
12. Warnai selama 2 menit dalam Papanicolaou
13. Cuci selama 5-10 menit dalam setiap Staning Jar yang berisi alkohol 95% (disini ada 3 buah Staining-Jar yang berisi alkohol 95%.
14. Cuci dalam alkohol absolut
15. Jernihkan dalam xylene dan tutup dalam Dpx atau Crystalite.
 

Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/pewarnaan-sitohistoteknologi.html#ixzz1u0scDOxW
READMORE
 

Prinsip-prinsip Motivasi Kerja


Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000 : 100) terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai yaitu :

1. Prinsip partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.


2. Prinsip Komunikasi
Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.


3. Prinsip mengakui andil bawahan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai ) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan.Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.


4. Prinsip pendelegasian wewenang
Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.

5. Prinsip memberi perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang di inginkan pegawai bawahan, akan memotivasi pegawai bekerja apa yang diharapkan pemimpin.

Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/prinsip-prinsip-motivasi-kerja.html#ixzz1u0pBFK7T
READMORE
 

Rahasia Tidur Manusia dan Sholat Tahajud

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis barat seperti dr Ray Meddis, seorang Profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM.

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis barat yaitu cukup selama TIGA JAM.
Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik
Menurut kajian ahli pengobatan barat, sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.
Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud :“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)
Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :
  1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
  2. Tunaikan Sholat Isya’ sebelum tidur.
  3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
  4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
  5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkena penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari china – dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.
Pendapat Ahli Sastra Barat

Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: ” the woods are lovely, dark and deep but i have promises to keep and miles to go before i sleep.” maksudnya ” taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.”
“the heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” – Longfellow maksudnya ” pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur.” ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.
Rahasia Sholat Tahajud

Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang Sholat Tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur!?
Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan. Sesungguhnya Sholat Tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain.
Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.
Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.
Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat. Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada – kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.
Ketika ruku’ dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.
Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. Dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.
Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan otot-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk – pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.
Ketika kita memberi salam, kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain. Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat Tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

“dan pada sebagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’; 79)
"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Az-Zariat; 15-18)
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai tambahan ibadah bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji “. (QS Al Isra’; 79).
“Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar”. (QS Ali ‘Imran; 17).
Mengapa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan Shalat Tahajud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajud di tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?
Rasulullah SAW bersabda:“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).
Beberapa Data Ilmiah Tahajud:
1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,Shalat malam dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain. Karena orang yang bangun tidur malam hari, berarti menghentikan kebiasaan tidur dan ketenangan terlalu lama yang merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Aktifitas Shalat malam, untuk menghadap Allah Sang Pencipta, akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami.
2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah satu penelitian medis terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa Shalat malam relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang punggung dari pada orang-orang yang tidak shalat malam.
3. Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres. Sebagaimana juga dijelaskan Dr.M.Soleh bahwa stres punya pengaruh yang besar terhadap ketahanan tubuh seseorang. Dan stres, baik fisik maupun psikis menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan dari tubuh yang lebih cepat.
4. Dalam bidang bio-teknologi, Shalat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan respon ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri pasien yang terkena penyakit kanker. Dalam bidang ini pula Shalat Tahajud dapat meningkatkan respons emosional positif yang efektif dalam menegakkan anastesis pra bedah.
5. Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk, tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. Dan respons emosi positif (positive thinking) dapat menghindarkan reaksi stres.
Mengapa harus tengah malam?
Kata Tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat lail/Shalat malam, karena dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia bangun di tengah malam untuk Shalat Tahajud?

Hal ini telah dijawab Allah pada QS Al-Muzzammil; 6-7, yang artinya kira-kira: “Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang”. Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.
Apalagi Shalat Tahajud adalah Shalat sunnah, Insya Allah orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya dengan Shalat wajib, tidak jarang kita melaksanakan Shalat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Shalat Tahajud dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.
Apa manfaatnya?. Rasulullah SAW sangat memperhatikan hak-hak yang harus didapat tubuh kita. Bahkan ditegaskan bahwa kita wajib memenuhi hak-hak yang harus diperoleh tubuh kita dan di antaranya adalah hak untuk tidur.
Sabda Rasulullah: “Puasa dan berbukalah, Shalat dan tidurlah karena sesungguhnya tubuhmu punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya matamu punya hak yang harus kau penuhi dan istrimu (pasanganmu) punya hak yang harus kau penuhi”. (HR. Al-Bukhari).
Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia. Pada manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, denyut jantung dan frekuensi pernafasan mengalami perubahan, yaitu mengalami penurunan atau perlambatan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade/dihambat, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap berkurang.
Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar Shalat Tahajud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang segar akan membantu kita lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca. Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 - 04:00 (sepertiga malam terakhir), secara umum akan lebih baik.
Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat ponsel di waktu tengah malam atau berselancar mengarungi dunia maya lewat internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan lebih kuat, jelas dan cepat. Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah dianalogikan demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang segar, tentulah “komunikasi” akan terjadi dengan “sinyal” yang kuat dan jernih. Dan komunikasi yang kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.
Meditasi dan Tahajud
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. John Kehoe, penulis buku terlaris “Mind Power” pernah melakukan tapa brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk-pikuk dunia, kemudian menyepi di dalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini dia lakukan untuk menembus batas kesadaran tertinggi atau lapisan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.

Tahajud dan Hormon Stres
Prof. Dr. Muhammad Sholeh, dari Surabaya, telah membuktikan satu dari sekian banyak ilmu yang terkandung di dalam Al-Quran secara ilmiah menurut Ilmu Kedokteran melalui penelitian disertasi dalam bidang Ilmu Kedokteran pada program pascasarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”.
Beliau menyimpulkan, jika melakukan Shalat Tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker. Penelitian ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan shalat Tahajud selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajud selama 2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pukul 02.00 - 03.00 sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak 3 rakaat. Dan selanjutnya, hormone kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).
Kadar kortisol siswa yang shalat Tahajud dengan rutin berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan Shalat Tahajud. Mereka yang Shalat Tahajud memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil. Hormon kortisol adalah salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang tinggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kurang baik.
Dengan Shalat Tahajud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusuk akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga akan memiliki persepsi dan motivasi yang positif serta akan terhindar dari stres. Mungkinkah itu maksud firman Allah pada QS Al-Isra’; 79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana Shalat Tahajud ke tempat yang terpuji? Allahu’alam (Allah yang paling tahu).
READMORE